PERKEMBANGAN DISIPLIN ILMU KEWIRAUSAHAAN
1.
DISIPLIN ILMU KEWIRAUSAHAAN
Kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu
yang mempelajari tentang nilai, kemampuan, dan perilaku seseorang dalam
memghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang
mungkin dihadapinya. Dalam konteks bisnis menurut Zimmerer ( 1996 ) “Kewirausahaan
adalah hasil dari suatu usaha disiplin serta proses sistematis serta penerapan
kreativitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar.”
Dulu kewirausahaan dianggap hanya dapat
dilakukan melalui pengalaman langsung di lapangan dan merupakan bakat yang
dibawa sejak lahir, sehingga wirausaha tidak dapat dipelajari dan diajarkan.
Sekarang, kewirausahaan bukan hanya urusan lapangan, tetapi merupakan disiplin
ilmu yang dapat diajari dan diajarkan. Seseorang yang memiliki bakat kewirausahaan
dapat mengembangkan bakatnya melalui pendidikan. Mereka yang menjadi wirausaha
adalah orang-orang yang mengenal potensi dan belajar mengembangkannya untuk
menangkap peluang serta mengorganisasi usaha dalam mewujudkan cita-citanya.
Oleh sebab itu, untuk menjadi wirausaha yang sukses, memiliki bakat saja tidak
cukup, tetapi juga harus mempunyai pengetahuan tentang segala aspek usaha yang
akan ditekuninya.
Dilihat dari awal perkembangannya, sejak
awal abad ke-20, kewirausahaan sudah diperkenalkan di beberapa Negara, misalnya
di Belanda dikenal sebagai “Ondermener” dan di jerman dikenal sebagai
“Untermehner”. Di beberapa negara, kewirausahaan memiliki beberapa tanggung
jawab, antara lain tanggung jawab dalam mengambil keputusan yang menyangkut kepemimpinan
teknis, kepemimpinan organisasi dan komersil, penyediaan modal, penerimaan dan
penanganan tenaga kerja, pembelian, penjualan, pemasangan iklan, dan lain-lain.
Kemudian pada tahun 1950-an, pendidian kewirausahaan mulai dirintis di beberapa
Negara seperti di eropa, amerika dan kanada. Bahkan sejak tahun 1970-an, banyak
universitas yang mengajarkan kewirausahaan, manajemen usaha kecil, atau
manajemen usaha baru. Pada tahun 1980-an, hamper 500 sekolah di AS memberikan
pendidikan kewirausahaan. Di Indonesia, pendidikan kewirausahaan masih terbatas
pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu.
Menurut Soeharto prawirokusumo, pendidikan
kewirausahaan telah diajarkan sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri yang
independen, karena :
1. Kewirausahaan berisi bidang
pengetahuan yang utuh dan nyata, yaitu terdapat teori, konsep, dan metode
ilmiah yang lengkap.
2. Kewirausahaan memiliki 2
konsep, yaitu posisi permulaan dan perkembangan usaha, yang jelas tidak masuk
dalam kerangka pendidikan manajemen umum yang memisahkan antara meejemen dan
kepemilikan usaha.
3. Kewirausahaan merupakan
disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri, yaitu kemmpuan menciptakan
sesuatu yang baru dan berbeda.
4. Kewirausahaan merupakan alat
untuk menciptakan pemerataan usaha dn pendapatan, atau kesejahteraan rakyat
yang adil dan makmur.
Sepert halnya ilmu manajemen yang awalnya
berkembang di bidang industry, kemudian berkembang dan diterapkan diberbagai
bidang lainnya, maka disiplin ilmu kewirausahaan dalam perkembangannya
mengalami evolusi yang pesat. Pada awalnya kewirausahaan berkembang dalam
bidang perdagangan, namun kemudian diterapkan di berbagai bidang lain seperti
industry, perdagangan, pendidikan, kesehatan dan institusi lain seperti lembaga
pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga swadaya lainnya. Dalam bidang-bidang
tertentu, kewirausahaan telah dijadikan kompetensi inti dalam menciptakan
perubahan, pembaharuan, dan kemajuan. Kewirausahaan tidak hanya dapat digunakan
sebagai kiat-kiat bisnis jangka pendek, tetapi juga sebagai kiat kehidupan
secara umum dalam jangka panjang untuk menciptakan peluang.
2.
OBJEK STUDI KEWIRAUSAHAAN
Objek studi kewirausahaan adalah
nilai-nilai dan kemampuan seseorang yang diwujudkan dalam bentuk prilaku.
Menurut Soeparman S., kemampuan seseorang yang menjadi obek kewirausahaan
meliputi :
a. Kemampuan merumuskan tujuan
hidup/usaha.
Dalam
merumuskan tujuan perlu adanya perenungan dan koreksi, yang kemudian dibaca,
diamati berulang-ulang sampai dipahami secara mendalam.
b. Kemampuan memotivasi diri.
Yaitu
untuk melahirkan suatu tekad keauan yang besar.
c. Kemampuan berinisiatif.
Kemampuan
untuk mengerjakan sesuatu yang baik tanpa menunggu perintah orang lain, yang
dilakukan berulang-ulang sehingga kebiasan tersebut menjadi suatu inisiatif.
d. Kemampuan berinovasi.
e. Kemampuan membentuk modal
material, sosial dan intelektual.
f. Kemampuan mengatur waktu dan
membiasakan diri.
g. Kemampuan mental yang dilandasi
agama.
h. Kemampuan membiasakan diri
dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik maupun menyakitkan.
3. PERKEMBANGAN
DISIPLIN ILMU KEWIRAUSAHAAN
Perkembangan kewirausahaan mulai
dikenal pada abad 18. Dalam sebuah buku mengenai kewirausahaan menjelaskan
bahwa wirausahaha adalah jual beli seseorang yang menanggung resiko. Pada
awalnya istilah wirausaha merupakan sebutan bagi para pedagang yang membeli
barang di daerah- daerah yang kemudian menjualnya dengan harga yang tidak
pasti.

Artinya:
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat
berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran
(tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan
mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba,
padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang
yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari
mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang
larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil
riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di
dalamnya.”
Meskipun banyak yang mengartikan konteks wirausaha namun ada seseorang yang mengartikan wirausaha itu tidak selalu berarti perdagangan atau manajer tetapi jugaseseorang yang unik yang memiliki keberanian dalam mengambil resiko dan memperkenalkan poduk-produk inovatif serta teknologi baru dalam perekonomian. Menurut dia hanya sedikit pengusaha yang dapat melihat ke depan dan inovatif yang dapat merasakan potensi penemuan baru dan memanfaatkanya. Setelah inovasi tersebutberhasil di perkenalkan oleh wirausaha maka pengusaha lain mengikutinya sehinggaproduk dan teknologi baru tersebut tersebar dalam kehidupan ekonomi.
Kewirausahaan adalah proses dinamis untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasaserta kemakmuran yang menciptalan individu wirausaha yang memiliki keberanianmenanggung resiko, menghabiskan waktu serta menyediakan berbagai produk barang danjasa yang dihasilkan wirausaha yang memilki nilai baru dan berguna.
Dahulu kewirausahaan dianggap dapat
dilakukan melalui pengalaman langsung di lapangandan merupakan bakat yang di
bawa sejak lahir yang tidak dapat di pelajari dan di ajarkan.Seseorang yang
memiliki bakat kewirausahaan dapat mengembangkan bakatnya denganpendidikan
sehingga orang-orang dapat mengenal potensi dan belajar mengembangkannyauntuk menangkap
peluang serta mengorganisasi usaha dalam mewujudkan cita-citanya.Sehingga untuk
menjadi wirausaha yang sukses tidak hanya memiliki bakat saja tetapi harusdi
bekali dengan pengetahuan dari segala aspek usaha yang di tekuninya.
Kewirausaan telah berkembang di negara
Barat khususnya Eropa, dengan kewirausahaan itusendiri memiliki banyak tanggung
jawab antara lain tangung jawab dalam mengambilkeputusan yang menyangkut
kepimpinan teknis, kepempimpinan organisasi dan komersial,penyediaan modal, penerimaan
dan pengangan tenaga kerja, pembelian, penjualan,pemasangan iklan dan
lain-lain. Kemudian pada awal tahun 50-an berkembang di daratanAmerika.
Sejalan dengan tuntuan perubahan yang
cepat pada paradigma petumbuhan yang wajar danperubahan ke arah globalisasi
yang menuntut adanya keunggulan, pemerataan persaingansehingga sekarang
mengalami perubahan paradigma di pendidikan. Menurut seorang pakar pendidikan
kewirausahaan telah di ajarkan sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri
yangindependen karena :
a.
kewirausahaan
berisi bidang pengetahuan yang utuh dan nyata yaitu terdapat teorikonsep dan
metode ilmiah yang lengkap.
b.
Kewirausahaan
memiliki 2 konsep : permulaan dan perkembangan usaha, yang jelastidak masuk
dalam kerangka pendidikan manajamen umum yang mesisahkan antara manajemen dan
kepemilikan usaha.
c.
Kewirausahaan
merupakan disiplin ilmu yang memilki objek tersendiri dengankemampuan
menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
d.
Kewirausahaan
merupakan alat untuk menciptakan pemerataan usaha dan pendapatan atau
kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur.
Sama halnya dengan ilmu manajemen yang
berkembang di bidang industri pada awalnya dan berkembang lagi di berbagai ilmu
begitu juga dengan kewirausahaan yang berkembang diberbagai bidang yang pada
awalnya hanya di bidang perdangan. Dalam bidang tertentu kewirausahaan telah
menjadikan kompetinsi inti dalam menciptakan perubahan, pembaharuan dan
kemajuan sehingga tidak hanya dapat di gunakan sebagai kiat-kiat bisnisjangka
pendek tetapi juga untuk menciptakan peluang.
Dalam bidang bisnis akan menjadisukses
bila meiliki kreativitas dan inovasi. Melalui kreatif dan inovasi dapat
menciptakan nilai tambah atas barang dan jasa karena melalui kedua proses
terebut menciptakan keunggulan bersaing. Demikian juga di berbagai bidang
manapun kemajuan-kemajuantertentu dapat di ciptakan oleh orang-orang yang
memiliki semangat serta jiwa kreatif daninovatif. Dalam era seperti sekarang di
butuhkan pemerintah yang berjiwa wirausahaankarena dengan memiliki jiwa
kewirausahaan maka birokrasi dan intuistusi akan memilikimotivasi optisisme dan
berlomba untuk menciptakan cara-cara yang lebih efesien, efektif,inovatif,
fleksibel dan adaptif.
4.
HAKIKAT KEWIRASAHAAN
Meskipun
sampai saat ini belum ada makna yang persis sama, pada umumnya kewirausahaan
memiliki hakikat yang hampir sama, yaitu merujuk pada sifat, watak, ciri-ciri
yang melekat pada seseorang yang mempunyai kemauan keras untuk mewujudkan
gagasan inovatif ke dalam dunia nyata dan dapat mengembangkannya dengan
tangguh. Istilah kewirausahaan berasal dari terjemahan entrepreneurship,
yang dapat diartikan sebagai “ the backbone of ecomomy “ yaitu sebagai syaraf
pusat perekonomian serta “the tailbone of economy” yaitu pengendali
perekonomian suatu bangsa. Kewirausahaan merupakan gabungan dari kreativitas,
inovasi, dan keberanian menghadapi resiko yang dilakukan dengan cara kerja
keras untuk membentukdan memelihara usaha baru.
5.
KEWIRAUSAHAAN DILIHAT DARI BERBAGAI SUDUT PANDANG
Terlepas dari berbagai
definisi kewiraushaan yang dikemukakan oleh beberapa ekonom, wirausaha dapat
dipandang dari berbagai sudut dan konteks, yaitu ahli ekonom, ahli manajemen,
pelaku bisnis, psikolog, dan pemodal.
·
Pandangan Ahli Ekonomi
Menurut ahli ekonomi,
wirausaha adalah orang yang mengkombinasikan faktor-faktor produksi seperti
sumber daya alam, tenaga kerja, material, dan peralatan lainnya untuk
meningkatkan nilai lebih tinggi dari sebelumnya. Wirausaha juga merupakan orang
yang memperkenalkan perubahan-[erubahan, inovasi, perbaikan produksi lainnya.
·
Pandangan Ahli Manajemen
Wirausaha adalah
seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan dan mengkombinasikan sumber
daya seperti keuangan, material, tenaga kerja, ketrampilan untuk menghasilkan
produk, proses produksi, bisnis, dan organisasi usaha baru.
·
Pandangan Pelaku Bisnis
Wirausaha adalah orang
yang menciptakan suatu bisnis baru dalam menghadapi resiko dan ketidakpastian
dengan maksud memperoleh keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengenali
peluang dan mengkombinasikan sumber-sumber daya yang diperlukan untuk memanfaatkan
peluang tersebut. Wirausaha adalah pengusaha, tetapi tidak semua pengusaha
adalah wirausaha. Wirausaha adalah pelopor dalam bisnis, innovator, penanggung
resiko yang mempunyai visi ke depan dan memiliki keunggulan dalam prestasi di
bidang usaha.
·
Pandangan Psikolog
Wirausaha adalah orang
yang memiliki dorongan kekuatan dari dalam dirinya untuk memperoleh suatu
tujuan serta suka bereksperimen untuk menampilkan kebebasan dirinya diluar
kekuasan orang lain.
·
Pandangan Pemodal
Wirausaha adalah orang
yang menciptakan kesejahteraan untuk orang lain, menemukan cara-cara baru untuk
menggunakan sumber daya, mengurangi pemborosan, dan membuka lapangan pekerjaan
yang disenangi masyarakat. Menurut Schumpeter, wirausaha merupakan pengusaha
yang melaksanakan kombinasi-kombinasi baru dalam bidang tehnik dan komersial ke
dalam bentuk praktik. Inti dari fungsi pengusaha adalah pengenalan dan
pelaksanaan kemungkinan-kemungkinan baru dalam bidang perekonomian.
Kemungkinan-kemungkinan baru yang dimaksud adalah :
1. Memperkenalkan produk
atau kualitas baru suatu barang yang belum dikenal konsumen.
2. Melakukan metode
produksi dari penemuan ilmiah dan cara-cara baru untuk menangani suatu produk
agar menjadi lebih mendatangkan keuntungan.
3. Membuka suatu pasar
baru, yaitu pasar yang belum pernah ada atau belum pernah dimasuki cabang
industri yang bersangkutan.
4. Membuka suatu sumber
dasar baru, atau setengah jadi atau sumber-sumber yang masih harus
dikembangkan.
5. Pelaksanaan organisasi
baru.
6.
PERAN PENDIDIKAN DALAM PEMBENTUKAN WIRAUSAHA
Bagaimana peran pendidikan dalam proses pembetukan kewirausahaan? Masih ada perdebatan mengenai pertanyan ini. Meskipun seorang wirausaha belajar dari lingkungannya dalam memahami dunia wirausaha, namn ada pendapat yang mengatakan bahwa seorang wirausaha lebih memiliki streetsmart daripada booksmart, maksudnya adalah seorang wirausaha lebih mengutamakan untuk belajar dari pengalaman (streetsmart) dibandingkan dengan belajar dari buku dan pendidikan formal (booksmart). Pandangan ini masih perlu dibuktikan kebenarannya.
Jika pendapat tersebut benar maka secara
tidak langsung usaha-usaha yang
dilakukan untuk mendorong lahirnya jiwa kewirausahaan leat jalur pendidikan
formal pada akhirnya sukar untuk berhasil.
Terhadap pendangan di atas, Chruchill (1987) memberi sanggahan terhadap pendapat ini, menurutnya masalah pendidikan sangatlah penting bagi keberhasilan wirausaha. Bahkan dia mengatakan bahwa kegagalan pertama dari seorang wirausaha adalah karena dia lebih mengandalkan pengalaman daripada pendidikan. Namun dia juga tidak menganggap remeh arti pengalaman bagi seoranga wirausaha, baginya sumber kegagalan kedua adalah jika seorang wirausaha hanya bermodalkan pendidikan tapi miskin pengalamam lapangan.
Oleh karena itu perpaduan antara pendidikan
dan pengalaman adalah faktor utaman yang menentukan keberhasilan wirausaha. Menurut
Eels (1984) dam Mas’oed (1994), dibandingkan dengan tenaga lain tenaga terdidik
S1 memiliki potensi lebih besar untuk berhasil menjadi seorang wirausaha karena
memiliki kemampuan penalaran yang telah berkembang dan wawasan berpikir yang
lebih luas. Seorang sarjana juga memiliki dua peran pokok, pertama sebagai
manajer dan kedua sebagai pencetus gagasan. Peran pertama berupa tindakan untuk
menyelesaikan masalah, sehingga pegnetahuan manajemen dan keteknikan yang
memadai mutalk diperlukan. Peran kedua menekankan pada perlunya kemampuan
merangkai alternatif-alternatif. Dalam hal ini bekal yang diperlukan berupa
pengetahuan keilmuan yang lengkap.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa seorang wirausaha yang memiliki potensi sukses adalah mereka yang mengerti kegunaan pendidikan untuk menunjang kegiatan seta mau belajar untuk meningkatkan pengetahuan. Lingkungan pendidikan dimanfaatkan oleh wirausaha sebagai sarana untuk mencapai tujuan, pendidikan disini berarti pemahaman suatu masalah yang dilihat dari sudut keilmuan atau teori sebagai landasan berpikir.
7.
SIFAT-SIFAT SEORANG WIRAUSAHA ADALAH:
a. Memiliki sifat keyakinan,
kemandirian, individualitas, optimisme.
b. Selalu berusaha untuk berprestasi,
berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang
kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif.
c. Memiliki kemampuan mengambil risiko
dan suka pada tantangan.
d. Bertingkah laku sebagai pemimpin,
dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang
membangun.
e. Memiliki inovasi dan kreativitas
tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
f. Memiliki persepsi dan cara pandang
yang berorientasi pada masa depan.
g. Memiliki keyakinan bahwa hidup itu
sama dengan kerja keras.
8.
PERILAKU WIRAUSAHA
Perilaku merupakan tindakan atau reaksi seseorang
untuk melakukan sesuatu.
1. Mendirikan : membuat atau membangun (rumah, pabrik,
dsb): pemerintah ~ pasar darurat untuk menampung pedagang kaki lima
2. Mengelola : proses melakukan kegiatan tertentu dng
menggerakkan tenaga orang lain
3. Mengembangkan : menjadikan besar menjadikan maju
4. Melembagakan : membuat jadi lembaga;
mengorganisasikan sbg lembaga
9.
CIRI-CIRI WIRAUSAHAAN SEBAGAI BERIKUT :
a. Berjiwa keras dalam bekerja
b. Mandiri : keadaan berdiri sendiri tidak bergantung
pada orang lain.
c. Cerdas dalam menciptakan dan meraih peluang bisnis
d. Jujur, hemat dan disiplin
e. Mampu berfikir dan bertindak bijak
f. Tangguh dan berani mengambil resiko
g. Kreatif dan produkstif
h. Inovatif : bersifat memperkenalkan sesuatu yang
baru.
i. Berperilaku antisipatif terhadap perubahan dan
akomodatif terhadap lingkungannya
j. Bersifat melayani pelanggan untuk memuhi kepuasannya.
10.
UNTUK MENJADI SEORANG WIRAUSAHA ADA
BEBERAPA PRASYARAT YANG HARUS DIPENUHI ANTARA LAIN :
a. Memiliki kemampuan modal yang kuat untuk berkarya dengan semangat kemandiriannya
b. Mampu memecahkan masalah dalam amengambil keputusan
c. Memiliki keberanian mengambil resiko
d. Mempunyai keingan yang kuat untuk belajar, dan
bertindak inovatif kreatif
e. Bekerja keras, tekun dan teliti dan tidak pernah
merasa puas
f. Mampu menghasilkan karya baru yang berlandaskan
etika bisnis yang sehat.
11.
SIKAP JUJUR DALAM KEWIRAUSAHAAN
Seorang
wirausaha yang memiliki keyakinan dan kepribadian, bermula dari adanya ide
sendiri, kemudian mengembangkan kegiatan usahanya yang selalu berpegang pada
nilai-nilai kejujuran dan disiplin diri. Seperti kita ketahui bahwa hidup itu merupakan
kancah perjuangan. Karena adanya makna kejujuran dalam hidup, kita harus
berjuang dengan penuh keyakinan ingin maju di dalam berwirausaha. Obat yang
baik untuk menjalankan perjuangan dalam hidup adalah adanya keyakinan pada diri
sendiri.
Kita harus sayang pada diri sendiri, keluarga, bangsa, dan negara. Cara pikir positif, kreatif, dan dinamis akan memberikan hasil dalam hidup. Untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan. Kita harus mempelajari dalam memahami serta menghayati khasiat kejujuran dalam hidup dan kebenaran dalam arti hidup. Kita harus menentukan makna tujuan kejujuran hidup, yaitu:
a. Tujuan jangka pendek berwirausaha,
b. Tujuan jangka panjang berwirausaha,
c. Tujuan kita sendiri, keluarga, dan lingkungan,
d. Tujuan bangsa dan negara.
Dalam prakteknya, baru sebagian kecil masyarakat Indonesia yang dapat menikmati hasil pembangunan. Kesalahan ini masih terdapat pada masyarakat yang berpikir masa bodoh dan tidak mempergunakan kesempatan-kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya. Kebanyakan orang kurang menyadari bahwa nilai kejujuran dan daya pikir manusia merupakan kunci utama mencapai kemajuan dalam berusaha.
Kemajuan berusaha itu dapat dicapai apabila disertai dengan keinginan dan tujuan yang definitif dalam hidup. Ketekunan dalam berwirausaha dengan memperjuangkan keinginan yang keras akan dapat melenyapkan segala rintangan, sedikit demi sedikit. Akhirnya, dengan ketekunan kerja keras, diikuti dengan kejujuran akan dapat menciptakan suatu kemajuan dalam berwirausaha.
Makna hidup ini penuh masalah dengan berbagai kesukaran dan rintangan. Tanpa kesukaran dan rintangan, kiranya manusia tidak bisa berkembang untuk maju. Setiap hasil yang dicapai seorang wirausaha merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan. Di sini makna kejujuran dalam hidup berwirausaha harus kita pandang sebagai guru dan anugerah untuk mendorong rasa optimis untuk mendapatkan kemajuan dalam berusaha.
Jujur dalam berwirausaha artinya mau dan mampu mengatakan sesuatu sebagaimana adanya. Bila berdagang, barang yang baik harus dikatakan baik dan barang yang rusak harus dikatakan rusak. Kejujuran itu dapat disamakan dengan "amanah". Amanah adalah bila diberi kepercayaan dalam berwirausaha tidak khianat, kalau berkata selalu benar dan jika berjanji dalam bisnis tidak mungkir. Makna jujur dalam hidup ini termasuk sifat yang perlu dimiliki oleh seorang wirausahawan, karena sifat ini akan mendatangkan kepercayaan masyarakat konsumen. Dengan kesediaan berbuat jujur, berarti setiap perbuatan yang dilakukan oleh wirausahawan maknanya dapat menyenangkan orang lain maupun diri sendiri.
Ayat yang mengemukakan kejujuran
awfuu alkayla walaa takuunuu mina almukhsiriina
181.
Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan;
wazinuu bialqisthaasi almustaqiimi
182.
dan timbanglah dengan timbangan yang lurus.
walaa tabkhasuu alnnaasa asyyaa-ahum walaa ta'tsaw fii al-ardhi mufsidiina
183. Dan
janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela
di muka bumi dengan membuat kerusakan;
12.
MOTIVASI MENJADI WIRAUSAHA
Seseorang melakukan kegiatan usaha didasarkan atas adanya untuk memnuhi
kebutuhannya baik yang bersifat primer maupun yang bersifat sekunder. Menurut
Abraham Malow dalam buku kementrian koperasi usaha kecil dan menengah 2003,
hirarki kebutuhan terdiri dari lima hal, yaitu :
1.
Basic Nedd, yaitu bagaimana memuaskan kebutuhan dasar, dimana dalam hal ini dia
berusaha memperoleh uang secara mandiri untuk kebutuhannya.
2.
Safety Needs, yaitu memuaskan kebutuhan dari rasa aman dalam kehidupan berkeluarga dan
bermasyarakat.
3.
Social Needs, yaitu kebutuhan sosisal dimana berusaha memperoleh keleluasaan dan peluang
yang lebih besar untuk melakukan kontak sosial dalam membangun persahabatan dan
relasi bisnis.
4.
Self Esteem, yaitu bagaimana memuaskan kebutuhan berupa penghargaan dirinya, yaitu
memperoleh rasa hormat dari lingkungan sesuai dengan keduudkan sebagai pimpinan
atau pemilik dalam bisnis pribadi.
5.
Self Actualization,
yaitu kebutuhan pengakuan diri yakni
bagaimana memperoleh pegakuan masyarakat atas hasil kerjanya yang bermanfataan
bari kepentingan orang banyak.
Berdasarkan
tempat atau lembaga yang mengembngkan bentuk kewirausahaan dapat
pula dikembangkan kewirausahaan dalam pemerintah atau dikenal dengan
kewirausahaan birokrat kewirausahaan pada organisasi koperasi yang kemudian
dikenal dengan kewirakoperasian.
Menurut
Zimmere (1996), profil kewirausahaan diedakan atas empat hal yaitu :
1.
Part Time
Enterpreneur, yaitu kelompok wirausaha yang
melakukan usahanya hanya sebagian waktu saja atau hoby, atau bersifat
sampingan.
2.
Home Base Nwe
Ventures, yaitu kelompok wirausaha yang
merintis kegiatan usahanya berdasarkan asal tempat tinggalnya.
3.
Family – owned
Business, yaitu kelompok wirausaha yang
pengelolaannya dilakukan oleh beberapa anggota secara turun menurun.
4.
Copreneur, yaitu kelompok wirausaha yang kegiatan usahanya dilakukan oleh dua orang
atau lebih. Wirausaha bekerja sama sebagai pemilik bersama. Dalam bentuk
corpencur ini dikenal sebagai wirausaha sejati, yaitu wirausaha yang dilakukan
oleh pasangan suami istri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar