Rabu, 22 Januari 2014

PERKEMBANGAN DISIPLIN ILMU KEWIRAUSAHAAN



PERKEMBANGAN DISIPLIN ILMU KEWIRAUSAHAAN

1.     DISIPLIN ILMU KEWIRAUSAHAAN
Kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan, dan perilaku seseorang dalam memghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. Dalam konteks bisnis menurut Zimmerer ( 1996 ) “Kewirausahaan adalah hasil dari suatu usaha disiplin serta proses sistematis serta penerapan kreativitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar.”

Dulu kewirausahaan dianggap hanya dapat dilakukan melalui pengalaman langsung di lapangan dan merupakan bakat yang dibawa sejak lahir, sehingga wirausaha tidak dapat dipelajari dan diajarkan. Sekarang, kewirausahaan bukan hanya urusan lapangan, tetapi merupakan disiplin ilmu yang dapat diajari dan diajarkan. Seseorang yang memiliki bakat kewirausahaan dapat mengembangkan bakatnya melalui pendidikan. Mereka yang menjadi wirausaha adalah orang-orang yang mengenal potensi dan belajar mengembangkannya untuk menangkap peluang serta mengorganisasi usaha dalam mewujudkan cita-citanya. Oleh sebab itu, untuk menjadi wirausaha yang sukses, memiliki bakat saja tidak cukup, tetapi juga harus mempunyai pengetahuan tentang segala aspek usaha yang akan ditekuninya.

Dilihat dari awal perkembangannya, sejak awal abad ke-20, kewirausahaan sudah diperkenalkan di beberapa Negara, misalnya di Belanda dikenal sebagai “Ondermener” dan di jerman dikenal sebagai “Untermehner”. Di beberapa negara, kewirausahaan memiliki beberapa tanggung jawab, antara lain tanggung jawab dalam mengambil keputusan yang menyangkut kepemimpinan teknis, kepemimpinan organisasi dan komersil, penyediaan modal, penerimaan dan penanganan tenaga kerja, pembelian, penjualan, pemasangan iklan, dan lain-lain. Kemudian pada tahun 1950-an, pendidian kewirausahaan mulai dirintis di beberapa Negara seperti di eropa, amerika dan kanada. Bahkan sejak tahun 1970-an, banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan, manajemen usaha kecil, atau manajemen usaha baru. Pada tahun 1980-an, hamper 500 sekolah di AS memberikan pendidikan kewirausahaan. Di Indonesia, pendidikan kewirausahaan masih terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu.

Menurut Soeharto prawirokusumo, pendidikan kewirausahaan telah diajarkan sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri yang independen, karena :

1.     Kewirausahaan berisi bidang pengetahuan yang utuh dan nyata, yaitu terdapat teori, konsep, dan metode ilmiah yang lengkap.

2.     Kewirausahaan memiliki 2 konsep, yaitu posisi permulaan dan perkembangan usaha, yang jelas tidak masuk dalam kerangka pendidikan manajemen umum yang memisahkan antara meejemen dan kepemilikan usaha.

3.     Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri, yaitu kemmpuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.

4.     Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan usaha dn pendapatan, atau kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur.


Sepert halnya ilmu manajemen yang awalnya berkembang di bidang industry, kemudian berkembang dan diterapkan diberbagai bidang lainnya, maka disiplin ilmu kewirausahaan dalam perkembangannya mengalami evolusi yang pesat. Pada awalnya kewirausahaan berkembang dalam bidang perdagangan, namun kemudian diterapkan di berbagai bidang lain seperti industry, perdagangan, pendidikan, kesehatan dan institusi lain seperti lembaga pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga swadaya lainnya. Dalam bidang-bidang tertentu, kewirausahaan telah dijadikan kompetensi inti dalam menciptakan perubahan, pembaharuan, dan kemajuan. Kewirausahaan tidak hanya dapat digunakan sebagai kiat-kiat bisnis jangka pendek, tetapi juga sebagai kiat kehidupan secara umum dalam jangka panjang untuk menciptakan peluang.


2.     OBJEK STUDI KEWIRAUSAHAAN

Objek studi kewirausahaan adalah nilai-nilai dan kemampuan seseorang yang diwujudkan dalam bentuk prilaku. Menurut Soeparman S., kemampuan seseorang yang menjadi obek kewirausahaan meliputi :

a.     Kemampuan merumuskan tujuan hidup/usaha.
Dalam merumuskan tujuan perlu adanya perenungan dan koreksi, yang kemudian dibaca, diamati berulang-ulang sampai dipahami secara mendalam.

b.     Kemampuan memotivasi diri.
Yaitu untuk melahirkan suatu tekad keauan yang besar.

c.     Kemampuan berinisiatif.
Kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baik tanpa menunggu perintah orang lain, yang dilakukan berulang-ulang sehingga kebiasan tersebut menjadi suatu inisiatif.


d.     Kemampuan berinovasi.

e.     Kemampuan membentuk modal material, sosial dan intelektual.

f.      Kemampuan mengatur waktu dan membiasakan diri.

g.     Kemampuan mental yang dilandasi agama.

h.     Kemampuan membiasakan diri dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik maupun menyakitkan.

3.     PERKEMBANGAN DISIPLIN ILMU KEWIRAUSAHAAN
          Perkembangan kewirausahaan mulai dikenal pada abad 18. Dalam sebuah buku mengenai kewirausahaan menjelaskan bahwa wirausahaha adalah jual beli seseorang yang menanggung resiko. Pada awalnya istilah wirausaha merupakan sebutan bagi para pedagang yang membeli barang di daerah- daerah yang kemudian menjualnya dengan harga yang tidak pasti.
2:275

Artinya:
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”

          Meskipun banyak yang mengartikan konteks wirausaha namun ada seseorang yang mengartikan wirausaha itu tidak selalu berarti perdagangan atau manajer tetapi jugaseseorang yang unik yang memiliki keberanian dalam mengambil resiko dan memperkenalkan poduk-produk inovatif serta teknologi baru dalam perekonomian. Menurut dia hanya sedikit pengusaha yang dapat melihat ke depan dan inovatif yang dapat merasakan potensi penemuan baru dan memanfaatkanya. Setelah inovasi tersebutberhasil di perkenalkan oleh wirausaha maka pengusaha lain mengikutinya sehinggaproduk dan teknologi baru tersebut tersebar dalam kehidupan ekonomi.


          Kewirausahaan adalah proses dinamis untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasaserta kemakmuran yang menciptalan individu wirausaha yang memiliki keberanianmenanggung resiko, menghabiskan waktu serta menyediakan berbagai produk barang danjasa yang dihasilkan wirausaha yang memilki nilai baru dan berguna.

          Dahulu kewirausahaan dianggap dapat dilakukan melalui pengalaman langsung di lapangandan merupakan bakat yang di bawa sejak lahir yang tidak dapat di pelajari dan di ajarkan.Seseorang yang memiliki bakat kewirausahaan dapat mengembangkan bakatnya denganpendidikan sehingga orang-orang dapat mengenal potensi dan belajar mengembangkannyauntuk menangkap peluang serta mengorganisasi usaha dalam mewujudkan cita-citanya.Sehingga untuk menjadi wirausaha yang sukses tidak hanya memiliki bakat saja tetapi harusdi bekali dengan pengetahuan dari segala aspek usaha yang di tekuninya.

          Kewirausaan telah berkembang di negara Barat khususnya Eropa, dengan kewirausahaan itusendiri memiliki banyak tanggung jawab antara lain tangung jawab dalam mengambilkeputusan yang menyangkut kepimpinan teknis, kepempimpinan organisasi dan komersial,penyediaan modal, penerimaan dan pengangan tenaga kerja, pembelian, penjualan,pemasangan iklan dan lain-lain. Kemudian pada awal tahun 50-an berkembang di daratanAmerika.

          Sejalan dengan tuntuan perubahan yang cepat pada paradigma petumbuhan yang wajar danperubahan ke arah globalisasi yang menuntut adanya keunggulan, pemerataan persaingansehingga sekarang mengalami perubahan paradigma di pendidikan. Menurut seorang pakar pendidikan kewirausahaan telah di ajarkan sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri yangindependen karena :

a.                 kewirausahaan berisi bidang pengetahuan yang utuh dan nyata yaitu terdapat teorikonsep dan metode ilmiah yang lengkap.

b.                 Kewirausahaan memiliki 2 konsep : permulaan dan perkembangan usaha, yang jelastidak masuk dalam kerangka pendidikan manajamen umum yang mesisahkan antara manajemen dan kepemilikan usaha.


c.                 Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memilki objek tersendiri dengankemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.

d.                 Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan usaha dan pendapatan atau kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur.

          Sama halnya dengan ilmu manajemen yang berkembang di bidang industri pada awalnya dan berkembang lagi di berbagai ilmu begitu juga dengan kewirausahaan yang berkembang diberbagai bidang yang pada awalnya hanya di bidang perdangan. Dalam bidang tertentu kewirausahaan telah menjadikan kompetinsi inti dalam menciptakan perubahan, pembaharuan dan kemajuan sehingga tidak hanya dapat di gunakan sebagai kiat-kiat bisnisjangka pendek tetapi juga untuk menciptakan peluang.

          Dalam bidang bisnis akan menjadisukses bila meiliki kreativitas dan inovasi. Melalui kreatif dan inovasi dapat menciptakan nilai tambah atas barang dan jasa karena melalui kedua proses terebut menciptakan keunggulan bersaing. Demikian juga di berbagai bidang manapun kemajuan-kemajuantertentu dapat di ciptakan oleh orang-orang yang memiliki semangat serta jiwa kreatif daninovatif. Dalam era seperti sekarang di butuhkan pemerintah yang berjiwa wirausahaankarena dengan memiliki jiwa kewirausahaan maka birokrasi dan intuistusi akan memilikimotivasi optisisme dan berlomba untuk menciptakan cara-cara yang lebih efesien, efektif,inovatif, fleksibel dan adaptif.
4.     HAKIKAT KEWIRASAHAAN

Meskipun sampai saat ini belum ada makna yang persis sama, pada umumnya kewirausahaan memiliki hakikat yang hampir sama, yaitu merujuk pada sifat, watak, ciri-ciri yang melekat pada seseorang yang mempunyai kemauan keras untuk mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata dan dapat mengembangkannya dengan tangguh. Istilah kewirausahaan berasal dari terjemahan entrepreneurship, yang dapat diartikan sebagai “ the backbone of ecomomy “ yaitu sebagai syaraf pusat perekonomian serta “the tailbone of economy” yaitu pengendali perekonomian suatu bangsa. Kewirausahaan merupakan gabungan dari kreativitas, inovasi, dan keberanian menghadapi resiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentukdan memelihara usaha baru.

5.     KEWIRAUSAHAAN DILIHAT DARI BERBAGAI SUDUT PANDANG

Terlepas dari berbagai definisi kewiraushaan yang dikemukakan oleh beberapa ekonom, wirausaha dapat dipandang dari berbagai sudut dan konteks, yaitu ahli ekonom, ahli manajemen, pelaku bisnis, psikolog, dan pemodal.

·                     Pandangan Ahli Ekonomi
Menurut ahli ekonomi, wirausaha adalah orang yang mengkombinasikan faktor-faktor produksi seperti sumber daya alam, tenaga kerja, material, dan peralatan lainnya untuk meningkatkan nilai lebih tinggi dari sebelumnya. Wirausaha juga merupakan orang yang memperkenalkan perubahan-[erubahan, inovasi, perbaikan produksi lainnya.

·                     Pandangan Ahli Manajemen
Wirausaha adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan dan mengkombinasikan sumber daya seperti keuangan, material, tenaga kerja, ketrampilan untuk menghasilkan produk, proses produksi, bisnis, dan organisasi usaha baru.

·                     Pandangan Pelaku Bisnis
Wirausaha adalah orang yang menciptakan suatu bisnis baru dalam menghadapi resiko dan ketidakpastian dengan maksud memperoleh keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengenali peluang dan mengkombinasikan sumber-sumber daya yang diperlukan untuk memanfaatkan peluang tersebut. Wirausaha adalah pengusaha, tetapi tidak semua pengusaha adalah wirausaha. Wirausaha adalah pelopor dalam bisnis, innovator, penanggung resiko yang mempunyai visi ke depan dan memiliki keunggulan dalam prestasi di bidang usaha.

·                     Pandangan Psikolog
Wirausaha adalah orang yang memiliki dorongan kekuatan dari dalam dirinya untuk memperoleh suatu tujuan serta suka bereksperimen untuk menampilkan kebebasan dirinya diluar kekuasan orang lain.

·                     Pandangan Pemodal
Wirausaha adalah orang yang menciptakan kesejahteraan untuk orang lain, menemukan cara-cara baru untuk menggunakan sumber daya, mengurangi pemborosan, dan membuka lapangan pekerjaan yang disenangi masyarakat. Menurut Schumpeter, wirausaha merupakan pengusaha yang melaksanakan kombinasi-kombinasi baru dalam bidang tehnik dan komersial ke dalam bentuk praktik. Inti dari fungsi pengusaha adalah pengenalan dan pelaksanaan kemungkinan-kemungkinan baru dalam bidang perekonomian. Kemungkinan-kemungkinan baru yang dimaksud adalah :



1.     Memperkenalkan produk atau kualitas baru suatu barang yang belum dikenal konsumen.
2.     Melakukan metode produksi dari penemuan ilmiah dan cara-cara baru untuk menangani suatu produk agar menjadi lebih mendatangkan keuntungan.
3.     Membuka suatu pasar baru, yaitu pasar yang belum pernah ada atau belum pernah dimasuki cabang industri yang bersangkutan.
4.     Membuka suatu sumber dasar baru, atau setengah jadi atau sumber-sumber yang masih harus dikembangkan.
5.     Pelaksanaan organisasi baru.

6.                 PERAN PENDIDIKAN DALAM PEMBENTUKAN WIRAUSAHA

          Bagaimana peran pendidikan dalam proses pembetukan   kewirausahaan? Masih ada perdebatan mengenai pertanyan ini. Meskipun seorang wirausaha belajar dari lingkungannya dalam memahami dunia wirausaha, namn ada pendapat yang mengatakan bahwa seorang wirausaha lebih memiliki streetsmart daripada booksmart, maksudnya adalah seorang wirausaha lebih mengutamakan untuk belajar dari pengalaman (streetsmart) dibandingkan dengan belajar dari buku dan pendidikan formal (booksmart). Pandangan ini masih perlu dibuktikan kebenarannya.
Jika pendapat tersebut benar maka secara tidak langsung  usaha-usaha yang dilakukan untuk mendorong lahirnya jiwa kewirausahaan leat jalur pendidikan formal pada akhirnya sukar untuk berhasil.


          Terhadap pendangan di atas, Chruchill (1987) memberi sanggahan terhadap pendapat ini, menurutnya masalah pendidikan sangatlah penting bagi keberhasilan wirausaha. Bahkan dia mengatakan bahwa kegagalan pertama dari seorang wirausaha adalah karena dia lebih mengandalkan pengalaman daripada pendidikan. Namun dia juga tidak menganggap remeh arti pengalaman bagi seoranga wirausaha, baginya sumber kegagalan kedua adalah jika seorang wirausaha hanya bermodalkan pendidikan tapi miskin pengalamam lapangan.

Oleh karena itu perpaduan antara pendidikan dan pengalaman adalah faktor utaman yang menentukan keberhasilan wirausaha. Menurut Eels (1984) dam Mas’oed (1994), dibandingkan dengan tenaga lain tenaga terdidik S1 memiliki potensi lebih besar untuk berhasil menjadi seorang wirausaha karena memiliki kemampuan penalaran yang telah berkembang dan wawasan berpikir yang lebih luas. Seorang sarjana juga memiliki dua peran pokok, pertama sebagai manajer dan kedua sebagai pencetus gagasan. Peran pertama berupa tindakan untuk menyelesaikan masalah, sehingga pegnetahuan manajemen dan keteknikan yang memadai mutalk diperlukan. Peran kedua menekankan pada perlunya kemampuan merangkai alternatif-alternatif. Dalam hal ini bekal yang diperlukan berupa pengetahuan keilmuan yang lengkap.

          Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa seorang wirausaha yang memiliki potensi sukses adalah mereka yang mengerti kegunaan pendidikan untuk menunjang kegiatan seta mau belajar untuk meningkatkan pengetahuan. Lingkungan pendidikan dimanfaatkan oleh wirausaha sebagai sarana untuk mencapai tujuan, pendidikan disini berarti pemahaman suatu masalah yang dilihat dari sudut keilmuan atau teori sebagai landasan berpikir.

7.                  SIFAT-SIFAT SEORANG WIRAUSAHA ADALAH:

a.     Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.
b.     Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif.
c.     Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.
d.     Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.
e.     Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
f.      Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.
g.     Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras.

8.                 PERILAKU WIRAUSAHA
Perilaku merupakan tindakan atau reaksi seseorang untuk melakukan sesuatu.
1. Mendirikan : membuat atau membangun (rumah, pabrik, dsb): pemerintah ~ pasar darurat untuk menampung pedagang kaki lima
2. Mengelola : proses melakukan kegiatan tertentu dng menggerakkan tenaga orang lain
3. Mengembangkan : menjadikan besar menjadikan maju
4. Melembagakan : membuat jadi lembaga; mengorganisasikan sbg lembaga

9.                 CIRI-CIRI WIRAUSAHAAN SEBAGAI BERIKUT :

a. Berjiwa keras dalam bekerja
b. Mandiri : keadaan berdiri sendiri tidak bergantung pada orang lain.
c. Cerdas dalam menciptakan dan meraih peluang bisnis
d. Jujur, hemat dan disiplin
e. Mampu berfikir dan bertindak bijak
f. Tangguh dan berani mengambil resiko
g. Kreatif dan produkstif
h. Inovatif : bersifat memperkenalkan sesuatu yang baru.
i. Berperilaku antisipatif terhadap perubahan dan akomodatif terhadap lingkungannya
j. Bersifat melayani pelanggan untuk memuhi kepuasannya.

10.            UNTUK MENJADI SEORANG WIRAUSAHA ADA BEBERAPA  PRASYARAT  YANG HARUS DIPENUHI ANTARA LAIN :

a. Memiliki kemampuan modal yang kuat untuk berkarya dengan semangat kemandiriannya
b. Mampu memecahkan masalah dalam amengambil keputusan
c. Memiliki keberanian mengambil resiko
d. Mempunyai keingan yang kuat untuk belajar, dan bertindak inovatif kreatif
e. Bekerja keras, tekun dan teliti dan tidak pernah merasa puas
f. Mampu menghasilkan karya baru yang berlandaskan etika bisnis yang sehat.


11.                        SIKAP JUJUR DALAM KEWIRAUSAHAAN
          Seorang wirausaha yang memiliki keyakinan dan kepribadian, bermula dari adanya ide sendiri, kemudian mengembangkan kegiatan usahanya yang selalu berpegang pada nilai-nilai kejujuran dan disiplin diri. Seperti kita ketahui bahwa hidup itu merupakan kancah perjuangan. Karena adanya makna kejujuran dalam hidup, kita harus berjuang dengan penuh keyakinan ingin maju di dalam berwirausaha. Obat yang baik untuk menjalankan perjuangan dalam hidup adalah adanya keyakinan pada diri sendiri.


          Kita harus sayang pada diri sendiri, keluarga, bangsa, dan negara. Cara pikir positif, kreatif, dan dinamis akan memberikan hasil dalam hidup. Untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan. Kita harus mempelajari dalam memahami serta menghayati khasiat kejujuran dalam hidup dan kebenaran dalam arti hidup. Kita harus menentukan makna tujuan kejujuran hidup, yaitu:



a. Tujuan jangka pendek berwirausaha,

b. Tujuan jangka panjang berwirausaha,

c. Tujuan kita sendiri, keluarga, dan lingkungan,

d. Tujuan bangsa dan negara.

          Dalam prakteknya, baru sebagian kecil masyarakat Indonesia yang dapat menikmati hasil pembangunan. Kesalahan ini masih terdapat pada masyarakat yang berpikir masa bodoh dan tidak mempergunakan kesempatan-kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya. Kebanyakan orang kurang menyadari bahwa nilai kejujuran dan daya pikir manusia merupakan kunci utama mencapai kemajuan dalam berusaha.


          Kemajuan berusaha itu dapat dicapai apabila disertai dengan keinginan dan tujuan yang definitif dalam hidup. Ketekunan dalam berwirausaha dengan memperjuangkan keinginan yang keras akan dapat melenyapkan segala rintangan, sedikit demi sedikit. Akhirnya, dengan ketekunan kerja keras, diikuti dengan kejujuran akan dapat menciptakan suatu kemajuan dalam berwirausaha.



          Makna hidup ini penuh masalah dengan berbagai kesukaran dan rintangan. Tanpa kesukaran dan rintangan, kiranya manusia tidak bisa berkembang untuk maju. Setiap hasil yang dicapai seorang   wirausaha merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan. Di sini makna kejujuran dalam hidup berwirausaha harus kita pandang sebagai guru dan anugerah untuk mendorong rasa optimis untuk mendapatkan kemajuan dalam berusaha.


          Jujur dalam berwirausaha artinya mau dan mampu mengatakan sesuatu sebagaimana adanya. Bila berdagang, barang yang baik harus dikatakan baik dan barang yang rusak harus dikatakan rusak. Kejujuran itu dapat disamakan dengan "amanah". Amanah adalah bila diberi kepercayaan dalam berwirausaha tidak khianat, kalau berkata selalu benar dan jika berjanji dalam bisnis tidak mungkir. Makna jujur dalam hidup ini termasuk sifat yang perlu dimiliki oleh seorang wirausahawan, karena sifat ini akan mendatangkan kepercayaan masyarakat konsumen. Dengan kesediaan berbuat jujur, berarti setiap perbuatan yang dilakukan oleh wirausahawan maknanya dapat menyenangkan orang lain maupun diri sendiri.

           Ayat yang mengemukakan kejujuran

http://www.surah.my/images/s026/a181.png
awfuu alkayla walaa takuunuu mina almukhsiriina
181. Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan;

http://www.surah.my/images/s026/a182.png
wazinuu bialqisthaasi almustaqiimi
182. dan timbanglah dengan timbangan yang lurus.

http://www.surah.my/images/s026/a183.png
walaa tabkhasuu alnnaasa asyyaa-ahum walaa ta'tsaw fii al-ardhi mufsidiina
 183. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan;

12.                         MOTIVASI MENJADI WIRAUSAHA
            Seseorang melakukan kegiatan usaha didasarkan atas adanya untuk memnuhi kebutuhannya baik yang bersifat primer maupun yang bersifat sekunder. Menurut Abraham Malow dalam buku kementrian koperasi usaha kecil dan menengah 2003, hirarki kebutuhan terdiri dari lima hal, yaitu :

1.             Basic Nedd,  yaitu bagaimana memuaskan kebutuhan dasar, dimana dalam hal ini dia berusaha memperoleh uang secara mandiri untuk kebutuhannya.

2.             Safety Needs, yaitu memuaskan kebutuhan dari rasa aman dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat.


3.             Social Needs, yaitu kebutuhan sosisal dimana berusaha memperoleh keleluasaan dan peluang yang lebih besar untuk melakukan kontak sosial dalam membangun persahabatan dan relasi bisnis.

4.             Self Esteem, yaitu bagaimana memuaskan kebutuhan berupa penghargaan dirinya, yaitu memperoleh rasa hormat dari lingkungan sesuai dengan keduudkan sebagai pimpinan atau pemilik dalam bisnis pribadi.

5.             Self Actualization, yaitu kebutuhan pengakuan diri yakni bagaimana memperoleh pegakuan masyarakat atas hasil kerjanya yang bermanfataan bari kepentingan orang banyak.


          Berdasarkan tempat atau lembaga yang mengembngkan bentuk kewirausahaan dapat
pula dikembangkan kewirausahaan dalam pemerintah atau dikenal dengan kewirausahaan birokrat kewirausahaan pada organisasi koperasi yang kemudian dikenal dengan kewirakoperasian.
            Menurut Zimmere (1996), profil kewirausahaan diedakan atas empat hal yaitu :
1.              Part Time Enterpreneur, yaitu kelompok wirausaha yang melakukan usahanya hanya sebagian waktu saja atau hoby, atau bersifat sampingan.

2.              Home Base Nwe Ventures, yaitu kelompok wirausaha yang merintis kegiatan usahanya berdasarkan asal tempat tinggalnya.

3.              Family – owned Business,  yaitu kelompok wirausaha yang pengelolaannya dilakukan oleh beberapa anggota secara turun menurun.

4.              Copreneur, yaitu kelompok wirausaha yang kegiatan usahanya dilakukan oleh dua orang atau lebih. Wirausaha bekerja sama sebagai pemilik bersama. Dalam bentuk corpencur ini dikenal sebagai wirausaha sejati, yaitu wirausaha yang dilakukan oleh pasangan suami istri.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer